APRESIASI SASTRA
HOME ARTIKEL RUANG BELAJAR APRESIASI HIKMAH NGAJI PUISI-PUISI RENUNGAN HATI MAGHRIB mulyanto,TE begitu deras hujan mengucur seakan langit terkoyak luka air menyentuh bumi berlari menjemput mata kaki. Aku meluruh luluh oleh sepi dan gemetar jantung takut murkaMu. Sementara orang-orang bergumam telah lebih dulu membenci keramaian. Mereka saling berbisik dalam bisu, menyembunyikan masa lalu di tas punggungnya matanya berteriak kepadaku :”Aku tak membawa apa-apa...!” begitu deras hujan memalu atap seng di atas kepala berirama renyah tertawa dan kilat menimpali dengan bentakan-bentakan keras memelintir telinga mengunci mati bibir mengelu lidah membedaki wajah-wajah dengan warna pasi marahkah Tuhan? Ataukah a...